PLANT MONITORING

Barangkali perlu juga untuk disampaikan bahwa penggunaan istilah-istilah dalam bahasa Inggris di tulisan-tulisan blog ini bukan untuk gegayaan atau sok keminggris istilah bahasa Jawa-nya, melainkan lebih untuk menyederhanakan dalam peng-istilahannya saja. Karena seringkali kata atau istilah dalam bahasa Inggris atau bahasa asing pada umumnya agak sulit untuk ditemukan padanan bahasa Indonesia-nya yang pas dan sesingkat atau sesimpel bahasa aslinya. Andai bisa pun biasanya diperlukan banyak kata. Kiranya demikianlah alasannya.😊


Tentang topik postingan kali ini -Plant Monitoring- adalah sebuah kegiatan pemantauan pada jalannya proses produksi. Yakni mengamati/memantau peralatan yang sedang berjalan secara riil, secara nyata.

Kegiatan yang dilakukan oleh Plant operator sebagai ujung tombak perusahaan ini harus dilakukan dengan sebenarnya. Mereka harus benar-benar visit and checking serta mencatat parameter pada peralatan tersebut. Dan satu hal yang penting dilakukan pula adalah melaporkan dengan segera pada atasannya jika menemukan sesuatu yang menyimpang dari kondisi normalnya. Baik itu berupa penyimpangan dari operating range parameter-nya ataupun dari pendeteksian indera kita, seperti:

Secara Visual, kasat mata. Semisal adanya vibrasi berlebih pada suatu alat/mesin, perubahan pada posisi (bergesernya) pipa oleh karena support-nya yang tidak terpasang dengan benar (baut kendor). Atau adanya kebocoran pada suatu sistim proses; lube oil system, steam system, cooling water system, gas system dan material lain dalam suatu proses produksi. Atau adanya peralatan instrumentasi yang tidak bekerja secara benar, pressure indicator misalnya. Dan hal-hal lainnya yang bisa diamati secara mudah.

Pendengaran. Terdengarnya suara/bebunyian janggal diluar dari kebiasaan normalnya, seperti berdecitnya belt pada pulley dari blower, suara kasar/getaran berlebih dari motor penggerak, dan lain-lain hal yang bisa diidentifikasi penyimpangannya dari suara yang terdengar.

Sentuhan/Rabaan. Mendeteksi perubahan kondisi (panas/dingin) diluar normalnya dengan cara menyentuh langsung pada alat/perpipaan.
Catatan penting untuk pendeteksian dengan cara ini adalah harus dilakukan dengan hati-hati dan tentu pula harus tahu atau familiar dengan alat maupun proses yang tengah berlangsung.

Deteksi Bau/Indera Penciuman. Terciumnya bebauan diluar kebiasaan. Bau angus/sangit dari motor penggerak, bau gas yang menyengat adalah pertanda adanya abnormalities pada suatu alat atau proses.
Sebagai pelengkap dari kegiatan di atas, untuk keperluan dokumentasi serta traceability jika di belakang hari terjadi masalah, maka diperlukan form berupa log sheet/ reading sheet, plant monitoring checklist (atau sebutan lainnya) yang semuanya harus diisi dengan benar sesuai kondisi riilnya. Cheating atau pemalsuan laporan atau model pelaporan yang ABS -asal bapak senang- adalah hal yang sangat terlarang. Karena objective dari plant monitoring menjadi sia-sia. Pendeteksian dini dari adanya penyimpangan tidak pernah terpenuhi. Dan ini sangat berpotensi munculnya gangguan pada jalannya proses produksi.

Maintenance Team

Sebagai Supported Department, maintenance team baik dari disiplin mekanikal, instrument dan elektrikal harus juga melakuakan hal yang sama yaitu dalam bentuk preventive maintenance, semisal greasing secara berkala pada peralatan yang memerlukan, penambahan lube oil dan hal lainnya hingga pada pemberian saran untuk change over equipment atas dasar pertimbangan expertise-nya.

Superior/Manajemen Team?

Dalam hal plant monitoring ini manajemen team melakukan walkthrough secara berkala, menyisir plant untuk memastikan kondisinya aman sebagaimana diharapkan. Blusukan rutinnya bisa sebagai control dan counter check atas laporan yang masuk.

Berbagai hal diatas itu sangat penting untuk dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk menjamin proses produksi dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dan satu hal penting lainnya, proses dapat berlangsung secara aman.


Komentar

Postingan Populer