Alat Pelindung Diri - APD (Personal Protective Equipment - PPE)

Sebutan APD atau PPE sudah sangat lumrah dan hal biasa bagi orang yang bekecimpung dan terkait dengan industri. Mereka bisa karyawan yang langsung mengoperasikan peralatan pabrik atau rekanan perusahaan yang mensuplai peralatan safety pabrik, sales teknik untuk alat-alat safety.

Tetapi barangkali tidak (belum) bagi orang yang tidak pernah bersentuhan langsung dengan segala bentuk dinamika di industri. Meski sebenarnya mereka telah memakai berbagai jenis peralatan safety.

Helmet untuk berkendara motor misalnya. Bisa jadi memakainya karena supaya tidak ditilang polisi, sebatas mentaati peraturan berlalu-lintas. Belum berangkat dari kesadaran akan butuhnya peralatan pelindung kepala itu. Yang demikian ini sangat potensial untuk sewaktu-waktu akan melepas helmetnya ketika merasa aman dari cegatan polisi. Lantaran rasa tidak nyaman jika harus terus mengenakan helmetnya di kepala. Serasa kepala ditekan dari segala arah. Pening.

Memang kendala pemakaian APD atau PPE dimana saja areanya dan untuk keperluan apa saja tetap sama. Kita tidak pernah bisa merasa nyaman dengan semua itu. Malahan cukup menganggu aktifitas kita.

Ketika bersarung tangan contohnya, kita cukup kesulitan memegang benda-benda dengan ukuran agak kecil, seperti mur dan baut untuk kemudian memasangkan keduanya.
Atau, contoh lain, betapa kedodorannya kita ketika meng-handle bahan kimia reaktif yang mudah terbakar jika terpapar langsung udara dengan memakai baju tahan api (aluminum suit). Sangat sangat tidak nyaman. Tapi yakinlah itu semua melindungi kita dari bahaya yang bisa muncul mendadak sewaktu-waktu yang sedemikian sulit untuk diperkirakan datangnya.

APD atau PPE standar yang mesti dikenakan ketika bekerja di lapangan minimalnya ada beberapa item, seperti berikut ini:

1. Helmet (Hard Hat)
Pelindung kepala ini sangat vital ketika kita berada pada lapangan atau kawasan dalam pabrik. Resiko terkena jatuhan benda -falling object- dari lantai-lantai di atasnya sangat mungkin terjadi. Meski benda jatuh itu tidak besar sekalipun tapi jika berasal dari tempat yang tinggi akan berdampak signifikan.

Fungsi lain helmet bisa menahan benturan yang bersifat insidental, ketidak sengajaan yang tiba-tiba saja kepala kepentok pipa, concrete, besi beam konstruksi dan lain-lain benda-benda pabrik.

2. Safety Shoes.
Sepatu yang berbahan untuk solnya karet, biasanya polyurethane dan anti slip, dimaksudkan agar terhindar dari terpeleset oleh karena cairan licin yang tercecer, oli misalnya. Dilengkapi dengan Toe Cap dari pelat besi dibagian depan atas digunakan untuk melindungi jari-jari kaki dari resiko terjepit atau tergencet benda berat. Terkadang safety shoes harus berganti dengan jenis boot berbahan PVC ketika berurusan dengan bahan kimia. Dan lain sebagainya.

3. Safety Glass/Spectacle.
Kacamata pelindung ini biasanya didesain sedemikian rupa sehingga hampir bisa menghilangkan semua celah yang bisa menuju ke mata. Namun untuk menghindari paparan debu halus, jenis ini masih belum cukup aman dan perlu diganti atau didobel dengan safety google. Jenis ini hampir sempurna menghindarkan mata dari paparan debu, karena sekeliling google berbahan plastik atau polimer lembut dan lentur sehingga bisa mengikuti bentuk lekuk-lekuk muka sekitar mata. Sealing-nya sangat bagus.

4. Baju Kerja.
Baju kerja bisa berupa one piece seperti coverall atau setelan baju dan celana. Bahan biasanya katun, ada jenis lain yang bagus tapi lumayan mahal yaitu jenis nomex. Bahan ini tahan api, sehingga in case ada insiden kebakaran yang sangat dekat dengan kita atau bahkan bersinggungan langsung dengan api maka pakaian yang kita kenakan tidak memperparah akibatnya. Seperti jika kita memakai bahan polyesther yang jika terbakar malah lengket ke kulit seperti sifat plastik pada umumnya.

Yang juga penting, baju harus berlengan panjang dan tidak boleh digulung dengan alasan apapun, agar maksud perlindungan menyeluruh pada tangan (lengan) dapat terpenuhi.

5. PPE Penunjang. Pearalatan penunjang biasanya dipakai untuk kondisi tertentu, seperti
A. Ear plug atau ear muff untuk area kerja bising di atas 85dB dengan waktu paparan yang cukup lama. Tapi untuk ear plug ini ada baiknya untuk selalu dikenakan meskipun areanya mempunyai tingkat kebisingan rendah. Yang perlu diingat, bahwa kerusakan pendengaran terjadinya tidak mendadak tetapi berangsur-angsur dari waktu ke waktu sedikit demi sedikit hingga berakhir pada ketulian permanen.

B. Masker.
B.1. Dust Mask, ketika berurusan dengan material yang mudah mengakibatkan debu, atau fines particle tersebab dari aktifiatas yang kita lakukan. Atau memang kita sedang menangani material berbentuk powder.

B.2. Cartridge Mask, biasanya tergantung elemen filter cartridge-nya, ada yang untuk debu ada juga yang untuk fume. Tergantung kita sedang menangani jenis materialnya apa. Ketepatan pemilihan jenis yang sesuai dengan kegunaannya harus selalu menjadi perhatian kita.

Kiranya demikian dulu share tentang PPE atau APD ini...Tetaplah concern dan fokus pada setiap kegiatan yang sedang kita lakukan.

Salam Safety

Komentar

Postingan Populer